Perlu tangan dermawan
(Foto: zonamerdeka.com)
Garud - Jateng.zonamerdeka.com, - Sungguh teramat tragis apa yang di alami oleh Tatin, Warga Kampung Dayeuhandap RT 01 RW 03, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Jawa-Barat, Diusia yang menginjak 44 tahun, ia harus membanting tulang untuk membiayai kehidupannya sehari - hari dan anak kandungnya yang mengidap penyakit TBC kelenjar getah bening.
Tatin juga menjelaskan, paska ditinggalkan oleh suaminya beberapa tahun yang lalu, ia harus membanting tulang sendirian untuk menghidupi anak kandungnya yang sekarang mengidap penyakit TBC Kelenjar Getah Bening.
Dilansir dari Zonamerdeka.com, Tatin menceritakan jika Anaknya mengidap penyakit tersebut kurang lebih baru 6 bulanan, sebelumnya, hanya terlihat sebuah benjolan seperti bisul diperutnya.
" Saya sebelumnya tidak tau jika anak saya mengidap penyakit TBC Kelenjar Getah Bening, karena waktu itu hanya terlihat sebuah benjolan seperti bisul diperutnya " terangnya.
Berbagai upaya pengobatan pun sudah dilakukan oleh Tatin, demi untuk kesembuhan si buah hatinya tersebut, hingga membawa anaknya operasi di RSUD dr. Slamet Garut.
" Saya sudah berusaha kesana kemari demi kesembuhan anak saya, namun sampai sekarang belum juga sembuh "
Tak hanya itu, Tatin juga menjelaskan, jika keadaan dari anaknya semakin hari kian memburuk, karena, saat ini lubang yang ada diperut anaknya semakin membesar, sampai lubang bagian samping kanan hampir tembus hingga perut bagian samping kiri. Dan tulang punggung anaknya pun mengalami patah akibat digerogoti penyakit yang dideritanya itu, sehingga tubuh anaknya semakin hari terlihat mengekecil dan mengering,” ungkap Tatin.
Tatin berharap, dalam kepasrahannya, dirinya terus berupaya dan berusaha berdoa agar dalam masa-masa sulit seperti saat ini, dirinya dapat memperoleh uluran tangan dari seorang dermawan ataupun hamba Allah SWT, untuk sekedar menyambung keberlangsungan selama hidupnya, dan berjuang untuk terus mencari cara agar bisa mengobati putra kandungnya itu, ditengah hidup yang penuh dengan segala keterbatasan.
“Jujur saja, saat ini saya benar-benar pasrah dengan penyakit yang derita anak saya, namun, saya juga senantiasa terus berupaya dan sangat berharap sekali ada hamba Allah SWT yang masih peduli untuk membantu dalam kondisi serta demi kesembuhan anak saya. Mungkin sekedar untuk makan, dengan segala keterbatasan dan tuntutan hidup sehari-hari yang saya rasakan sangatlah berat,” tutur Tatin sambil berlinang air matanya.
Penulis: Noviyanto
Sumber: zonamerdeka.com

