Data BKKBN, Stunting di Jateng Masih Cukup Tinggi -->

Data BKKBN, Stunting di Jateng Masih Cukup Tinggi

11 October 2022, October 11, 2022


SEMARANG- zonamerdeka.com– Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono menyebutkan, sesuai data dari BKKBN, wilayah Jateng memiliki angka stunting yang masih cukup tinggi yakni 20,9 persen. Hal tersebut dinilai masih diatas target pemerintah yang rencananya di tahun 2024 Stunting di seluruh Indonesia harus sudah menurun di angka 14 persen.


“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Mudah mudahan melalui kegiatan ini angka Stunting di wilayah Jateng dapat segera menurun sesuai dengan yang diharapkan," ujar Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono di acara Gala Dinner Peduli Stunting Provinsi Jateng di Balai Diponegoro, Senin (10/10/2022) malam.


Diacara tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono dan Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro Ny. Novita Widi Prasetijono dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting oleh Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo. Ditandai dengan penyematan selendang Duta Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Provinsi Jateng.


Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Provinsi Jateng tersebut, merupakan bentuk kerjasama Kodam IV/Diponegoro dengan BKKBN Jateng serta Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengentaskan anak-anak dari kondisi gizi buruk guna menyiapkan generasi muda yang sehat juga cerdas.


Dikesempatan itu Pangdam juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah sebagai Duta Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting.


“Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami dan seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro akan mengemban amanah yang diberikan ini dengan maksimal disertai komitmen dan harapan, semoga angka Stunting di Jateng semua bisa menurun, sesuai yang ditargetkan pemerintah,” ucap Pangdam.


Ditempat yang sama kepala BKKBN menambahkan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) adalah program yang diluncurkan BKKBN untuk mempercepat penurunan Stunting di Indonesia. Melibatkan seluruh elemen bangsa dengan menyasar langsung kepada keluarga yang mempunyai anak berisiko Stunting.


Provinsi Jateng merupakan salah satu wilayah dari 12 Provinsi prioritas penurunan Stunting. Sebab tercatat hingga Bulan Oktober sekarang, masih banyak ibu hamil yang berisiko melahirkan anak Stunting, yakni sebanyak 30.877 sedangkan balita 2 tahun Stunting sebanyak 42.332 anak.


“Inilah sasaran yang harus sama sama kita intervensi agar para ibu hamil tercegah dari melahirkan bayi Stunting dan Insya Allah kedepannya melalui kerjasama antara BKKBN dengan Kodam IV/Diponegoro ini, angka Stunting di Jateng dapat segera menurun," ungkap Kepala BKKBN.


Pada pelaksanaanya, acara dihadiri oleh Wakil Gubernur Jateng H. Taj Yasin Maimoen, PJU Kodam IV/Diponegoro, Perwakilan Polda Jateng, Anggota Komisi IX DPR RI, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Para Pimpinan Perusahaan, BUMN, BUMD wilayah Jateng, Para Direktur Rumah Sakit di wilayah Semarang, Forkopimda Jateng dan Pengurus Persit KCK Daerah IV/Diponegoro, serta bupati dan walikota se Jawa Tengah.


Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki usai mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, dalam menangani kasus stunting di wilayahnya, pihaknya siap melaksanakan instruksi maupun arahan dari BKKBN dan Pangdam IV Diponegoro.


Wakil Bupati yang akrab dipanggil Pakde Bas itu menyampaikan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat, karena dapat memberikan gambaran saat menangani stunting dilapangan nanti.


“Kita berharap kegiatan ini bisa memberikan gambaran petugas dilapangan nanti dalam menangani permasalahan stunting, sehingga angka stunting dapat diturunkan,” tandas Pakde Bas itu.(RZM)

TerPopuler

close