Fakfak, Papua Barat, zonamerdeka.com - Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) merupakan suatu program khusus yang dirancang oleh Pemerintah Pusat. Hal itu dikatakan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak Saleh Hindom, SKM, MPH, Melalui Via Whatsapp Munggu siang (29/5/2022)wit.
Program dijalankan melalui Kementerian Kesehatan RI dan diselenggarakan di seluruh Indonesia.
"Kegiatan ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Kesehatan dengan terfokus pada daerah-daerah yang terjauh, terluar, kepulauan, berbatasan, terisolir dan terpencil yang tidak terdapat atau masih kurangnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan," terang Saleh.
Lanjutnya, hal ini tentu untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan maka program PKB perlu dibentuk suatu tim khusus yaitu Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak yang melibatkan Tenaga Kesehatan baik dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, petugas promkes, analisis kesehatan, tenaga apoteker, sanitarian dan tenaga kesehatan lainnya yang dibutuhkan.
Guna peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan pelayanan dan mempermudah akses pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, termasuk penanggulangan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan kesehatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian terpenting dalam bidang kesehatan yang tertuang dalam Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Fakfak, maka di tahun 2022 ini melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak khususnya Bidang Pelayanan Kesehatan memprogramkan Pelayanan Kesehatan Bergerak di Distrik Furwagi dengan lokus Kampung Tawar.
Kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak direncanakan sebanyak 4 tahap kegiatan, dan pelayanan dilaksanakan 3 sampai 4 hari setiap tahap dengan mengelilingi beberapa kampung yang ada di wilayah Distrik Furwagi. Oleh karena itu kami berharap agar semua masyarakat yang ada di wilayah Distrik Furwagi dapat memanfaatkan moment ini dengan baik agar saudara/i bisa mengetahui sedini mungkin tentang kesehatan saudara/i. Pelayanan kesehatan yang dilakukan menyangkut promotif/penyuluhan, preventif, kuratif, rehabilitasi dan kegiatan toga yang bersifat pengobatan tradisional , tutur Saleh Hindom dalam kegiatan tersebut juga.
Martin Ubra, SKM, M.Kes selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, mengatakan bahwa kegiatan PKB ini dengan lokus utama di Kampung Tawar, tahap pertama saat ini pelayanan dilaksanakan selama 4 hari mulai dari tanggal 23 hingga tanggal 26 Mei 2022, dengan menghadirkan 30 orang Tenaga Kesehatan dari berbagai macam profesi dan keahlian seperti 1 orang tenaga dokter spesialis kandungan, 1 orang dokter spesialis penyakit anak, 1 orang dokter spesialis penyakit dalam, 1 orang dokter umum (dokter NS PKM Werba), 3 orang Nakes darI Dinkes Provinsi Papua Barat (farmasi apoteker, analis kesehatan dan S.Kep. Ners), Bidang Pelkes Dinkes Fakfak, Bidang P2P Dinkes Fakfak, Nakes PKM Degen dan nakes kesling dari PKM Kokas. Tanggal 24 dan 25 Mei 2022 Tim PKB bergerak dari kampung ke kampung dengan rata-rata pelayanan setiap hari 3 - 4 jam perkampungan di wilayah Distrik Furwagi, pelayanan dimulai dari pagi hingga sore hari.
Saat Tim PKB hijrah dari kampung ke kampung dalam melakukan pelayanan kesehatan terlihat banyak masyarakat yang antusias berdatangan kepada Tim PKB guna untuk mendapatkan pelayanan dari petugas kesehatan, sebelum pelayanan pemeriksaan dilakukan selalu diawali dengan penyuluhan kesehatan oleh petugas baik menyangkut penyakit menular, penyakit tidak menular, gizi masyarakat, kesehatan mugi, imunisasi, UKS, UKGS, PHBS kepada masyarakat umum maupun masyarakat sekolah, kesehatan reproduksi, penyuluhan kesehatan tradisional dan praktek tanam toga, stunting, dan lain sebagainya. Pada malam hari dilakukan pemutaran film tentang PHBS, tutur Sri Astusi Wihel selaku Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer juga menambahkan.
Dari kampung ke kampung yang dikunjungi oleh tim PKB yang sangat terkesan dan juga memprihatinkan yaitu menuju ke kampung gaar, werfra, towotkendik dan tanihamur yang mana dalam perjalanan menuju ke 4 kampung tersebut diguyur hujan deras dan gelombang laut yang kurang bersahabat namun dengan tekat dan niat baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat akhirnya Tim PKB juga tiba dengan selamat di kampung Werfra (pusat kegiatan), para ibu hamil, bayi balita dan masyarakat umum dewasa mendatangi tempat pelayanan. Ibu hamil mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan dan USG, deteksi dini kanker mulut rahim dan payudara serta pemeriksaan pasien umum. Sedangkan untuk ibu hamil dari kampung Towotkendik dan Tanihamur dijemput dengan menggunakan loungbot datang ke kampung werfra untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan oleh dokter ahli kandungan dengan menggunakan USG. Ibu hamil yang tidak pernah tersentuh dengan USG selama kehamilannya akhirnya mereka sangat bahagia karena bisa melihat langsung kondisi janinnya. Dari kenyataan yang ada maka dokter ahli kandungan berpesan agar Nakes harus sering turun dan layani ibu hamil di kampung werfra minimal setahun 4 kali meskipun akses perjalanan menentang nyali, tapi sangat bahagia bisa melihat tersentuh dan TERSENYUM saat dilakukan pemeriksaan, Pungkas dr. Amira, SPoG menambahkan.
Dalam pelayanan selama 4 hari Tim PKB menemukan 1 orang anak dengan diagnosis penyakit kusta, kemudian jenis kasus penyakit yang paling banyak ditemukan yaitu scabies, pioderma, tinea, ispa, rhinitis dan asma, menurut dokter spesialis anak hal ini mudah dicegah secara dini bila ada perhatian semua pihak terutama Nakes harus lebih terfokus pada pelayanan promotif dan preventif diluar gedung Puskesmas ke kampung-kampung termasuk juga penyuntikan imunisasi dasar pada bayi, balita, anak sekolah dan ibu hamil serta penimbangan rutin di posyandu, Ungkap dr. Helen, SpA.
Sementara menurut dr. Mega, SpD, dari hasil pemeriksaan kesehatan yang ditemukan ternyata penyakit yang banyak diderita yaitu hipertensi, dislepedemia dan juga beberapa kasus diabetes.
Tanggal 26 mei 2022 jam 09.00 - 10.30 wit dilakukan evaluasi kegiatan PKB tahap pertama dipimpin langsung oleh Martin Ubra, SKM, M.Kes, dan juga turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Kampung Tawar, aparat kampung serta masyarakat kampung Tawar.
Sebelum penutupan tahap pertama kegiatan PKB, Kabid Yankes menyampaikan beberapa hal antara lain ; sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi kepada Kepala Distrik Furwagi, para Kepala Kampung dan masyarakat di wilayah Distrik Furwagi, dengan partisipasi seperti ini telah membuktikan bahwa ada kepedulian baik dari Pemerintahan Distrik, Pemerintahan Kampung dan masyakarat terhadap masalah kesehatan. Lebih lanjut dikatakan Kabid Yankes bahwa untuk kegiatan PKB tahap ke dua akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli tahun 2022, sebelum kegiatan dilakukan kami akan menyurati Kepala Distrik Furwagi dan para Kepala Kampung. Kegiatan PKB seperti ini akan berlangsung dalam 4 tahap kegiatan, mohon maaf atas segala kekurangan kami tim PKB tahap pertama, kata Martin Ubra, SKM, M.Kes.
(Amatus Rahakbauw)










